Sabtu, 23 April 2016

Ayah, ini sepenggal kisah bersamamu !!!

Suatu sore, menjelang magrib, sebuah sepeda tua meluncur dari tikungan ujung jalan. Sepeda itu menuju sebuah rumah mungil. Seorang laki-laki muda dengan senyum khasnya turun dari sepeda itu sembari membuka topinya, menunjukkan rambut hitam yang terselip beberapa uban. Tiga anak perempuan yang belum sekolah dengan girang menghampiri pria itu. Tampak mereka merengek menanyakan sesuatu.

“Bapak bawa oleh-oleh apa?”

Tepat sebelum matahari hampir terbenam, pria itu telah sengaja menghentikan perjalanannya di sebuah persawahan bekas tanaman padi. Tanah tidur selepas panen padi di musim kemarau selalu ditumbuhi tanaman perdu “ciplukan”. Tanaman ini memiliki buah kecil serupa ceri yang manis. Pria itu telah mengambil beberapa buah (hampir satu kresek hitam kecil) untuk dibawa pulang. Tidak lain, buah itu akan dijadikannya oleh-oleh untuk anak-anaknya.

Tiga anak kecil itu pun segera mengerumuni kresek hitam itu dengan penuh keceriaan. Demi sebuah senyum, apapun bisa dijadikan “alat” oleh seorang ayah, meski hanya berwujud buah dari tanaman perdu yang terabaikan. Ayah selalu punya cara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar