Kamis, 04 Desember 2014

"menyambung hidup itu penting, tapi memaknai hidup jauh lebih penting"

itu sedikit kutipan dari sebuah buku yang berjudul satanic finance yang kubaca kemarin sore.
ada makna mendalam dari kutipan itu, juga dari buku yang belum selesai kubaca.
dimana dalam buku tersebut diceritakan tentang kejahatan syaitan dalam menjerumuskan manusia ke dalam neraka hanya dengan "uang". buku tersebut juga menceritakan tentang bahaya utang  yang jelas-jelas telah diwanti-wanti oleh baginda Nabi SAW.

kemiskinan menjadi pintu bagi kemaksiatan.

ya, hal itu begitu terngiang-ngiang. ketika manusia atau sekumpulan manusia mengalami kemiskinan maka akan mungkin melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan, termasuk dengan hutang. syaitan akan melakukan berbagai cara agar manusia tak bisa masuk syurga, sebaliknya menjadi teman syaitan di neraka.

satu lagi kutipan hadist yang menarik :
setiap orang yang mati syahid akan masuk syurga, kecuali yang meninggalkan hutang.

tahukah kalian mengapa ada sistem kredit di bank, termasuk credit card ? itulah cara syaitan untuk membelit manusia dalam hutang, memenuhi nafsu dan keinginan tanpa memperhatikan kondisi ekonomi yang riil.

sebaliknya, pihak bank justru yang mendulang keuntungan besar dari bisnis setan ini.
jadi, mari kita lebih berhati-hati dalam menggunakan harta kita. ingatkah kalian salah satu sifat mahmudah yang kita pelajari saat SD? Qana'ah atau merasa cukup atas pemberian Allah, sehingga tidak mudah bagi kita untuk berhutang hanya demi memenuhi hasrat sementara.
mari berdo'a agar Allah memberikan keberkahan atas rizki-rizki yang diberikanNya pada kita.

ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari lilitan hutang. dan aku memohon kepadaMu atas kejayaan.
Amin ya rabbal 'alamin

wallahua'lam bis shawab